MURATARA – Sekretaris Daerah (sekda) kabupaten Muratara H M. Isa Sigit mengatakan Pemkab Muratara akan membangun irigasi rawas di sungai baung, Rawas Ulu. Dianggarkan lahan irigasi tersebut dapat menampung 400.000 hektar sawah. Misi kedepan pemkab Muratara menjadikan daerah tersebut lumbung beras di Sumsel.
“Jika irigasi tersebut telah terwujud darinya akan tercetak 400 ribu hektar sawah, berarti beberapa tahun kedepan kabupaten Muratara siap menjadi lumbung beras di Sumatera Selatan” terangnya. Rilis kabar kite.com.
Berdasarkan penjelasan sekda Muratara, pihaknya beserta beserta pejabat Bapedda provinsi, Bappenas dan menteri Pekerjaan Umum (PU) telah melakukan peninjauan lokasi rancangan pembangunan irigasi sungai baung tersebut. Untuk saat ini sedang dilakukan proses pembebasan lahan milik warga dan pembuatan perancangan pembangunannya (master plan) proyek.
“Pada tahun 2015 nanti pembangunan irigasi ini melaui dana APBN dan APBD. Sedangkan angka nominal proyek belum bisa prediksikan”. Jelasnya.
Proyek pembinaan irigasi ini mencakupi irigasi berkisar lebar 200 meter untuk pengairan 400 ribu hektar sawah. Pembangunan proyek irigasi ini memberi harapan baru pada masyarakat Muratara, disamping bisa mendongkrak perekonomian daerah juga menyerap banyak tenaga pekerja.
“Bentuk irigasi yang akan dibangun di Sungai Baung, Muratara tersebut dengan bentuk multi fungsi. Bukan saja tempat membudidayakan tanaman padi saja tetapi bisa dipakai untuk pertanian jenis lainnya, seperti perternakan, perikanan, pencegahan banjir dan pariwisata” terangnya.
Irigasi merupakan sistem pertanian yang menjanjikan bagi masa depan negara tau daerah. Negara-negara maju sangat memprioritas pertanian dengan melakukan berbagai pengembangan dibidang ini.
Berbeda: Berdasarkan penjelasan menteri pertanian melalu situs resmi bkp.pertanian.go.id. Pangan dan ketahanan pangan merupakan salah satu isu prioritas bagi komunitas global dan organisasi internasional, termasuk Corperation (APEC).
Seperti dilansir antara. Bayuwangi adalah daerah yang telah berhasil dalam pembangunan ekonomi melalui sistem pertanian dan irigasi ini, pihak pemkab Bayuwangi telah membangun saluran irigasi di 325 titik, terdiri dari saluran primer sepanjang 7.000 meter, saluran sekunder 17.095 meter dan tersier 40.035 meter.Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan areal dengan luas sekitar 70.000 hektare yang tidak boleh diganggu gugat untuk proyek ini. Selama tahun 2013 Saat ini, Kabupaten Banyuwangi masih surplus beras sekitar 260.000 ton per tahun.
Data Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banyuwangi mencatat
Menurut ia, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar 46 persen dengan pertumbuhan rata-rata 5,5 hingga 6 persen pertahun. Papar antarajatim (25 Mar 2014).
Menurut ia, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai sekitar 46 persen dengan pertumbuhan rata-rata 5,5 hingga 6 persen pertahun. Papar antarajatim (25 Mar 2014).
Agenda pemkab Muratara menjadikan daerah swasembada pangan dan berorientasikan pertanian merupakan langkah tepat dan menjanjikan, mengingat daerah ini masih banyak tersedianya lahan pertanian yang berskala luas dan cura hujan yang cukup.