Seperti dilaporkan kabar kite.com, dalam acara pembukaan tersebut dihadiri DPRD Mura Bastari, ketua TP PKK Siti Fatimah , tokoh masyarakat Firdaus Taufik dan lain-lainnya. Acara tersebut berlangsung khidmat dimulai dengan pembacaan tilawah Quraan. Dalam MTQ ini peserta diwakili dari 7 kecamatan yang ada di Muratara.
Dalam pidato upacara pembukaan bupati Akisropi Ayub mengajak masyarakat muratara kembali menghayati nilai-nilai Al-Quraan agar selamat di dunia dan akhirat. Pendekataan ini penting dalam masyarakat membangun, bukan saja secara fisik semata tetapi dari sudut spritual sangat menentukan kemajuan masa depan Muratara.
Perhatian pemerintah setempat semoga tidak terhenti pada program yang bersifat temporer saja. Hal-hal yang perlu diperhatikan lagi dengan menitik berat bagi pembangunan masyarakat secara fundamental. Adapun yang menjadi persolan selama ini dengan terabainya beberapa sekolah-sekolah agama swasta dan guru-guru yang mengajar di bidang agama. Dengan tidak difasilitaskan dan honor yang mencukupi guru-guru yang berprofesi dalam bidang keagamaan sulit untuk berkembang dan bertahan.
Sebut saja Hisam (bukan nama sebenar) guru madrasah Nurul Akhlak Biaro, beliau mengaku hanya digaji Rp. 250.000/bulan dengan jam mengajar 01:00-05:30 petang.
Harapan masyarakat momentum MTQ ini bukan sekedar ritual dan hiburan pelepas lelah, tetapi pematik api semangat disegenap lapisan masyarakat Murata untuk melomba-lomba dan loyal dengan peruahan yang bersifat rekonstruksi moraliti ini.