Setidak-tidaknya Banyak kecamatan yang masih tergendala masalah transportasi umum supaya dapat diatasi secepatnya agar para siswa yang pulang-pergi setiap hari dari tempat tinggal ke sekolah tidak mengalami kesukaran. Jarak yang menghubungi antara desa di kecamatan dengan tempat-tempat sekolah cukup jauh tidak bisa ditempuh dengan jalan. Pelajar yang tidak memiliki transportasi sendiri terpaksa bergelantungan di anggutan desa.
Seperti diucapkan oleh Rendra, salah seorang pelajar mengatakan, dirinya harus menaiki atap angkutan desa, dikarenakan jarangnya mobil yang masuk ke dalam wilayah sekolahnya.
“Kalau tidak naik atap, nanti bisa telat kak ke sekolahnya, jadi mau bagaimana lagi,” terangnya
Sementara itu, Kabag Humas Pemkab Muratara Sunardin, mengakui masih minimnya angkutan bagi pelajar yang tersebar di tujuh kecamatan, namun kedepannya Pemkab akan membeli mobil angkutan tersebut.
“Ini sudah terpikir oleh Pj Bupati, namun harus maklum karena fokus pertama pembangunan infrastruktur terlebih dahulu, mungkin angkutan untuk pelajar akan dianggarkan terlebih dahulu,” terangnya saat dikonfirmasi via telepon, Senin.
Seperti dikutip tribun, Ia menambahkan, mobil yang akan disediakan untuk para pelajar, nantinya berjenis bus, namun bus tersebut hanya melintasi sekolah-sekolah yang berada di pinggir jalan
“Kalau angkutan yang masuk kedalam seperti di kecamatan Karang Dapo, mungkin bukan bus tapi akan kita siapkan angkutan desa,” jelasnya seraya mengatakan belum tau berapa bus dan angkutan yang akan disiapkan.
foto:tribun